Klik disini untuk login     |     Klik disini untuk Registrasi
Catatan Antyo Rentjoko
Antyo Rentjoko (Tyo), seorang blogger dengan nama alias Paman Tyo dan Mas Paman, punya beberapa lahan, yang utama di Blogombal. Salah satu pendiri dagdigdug.com ini, sebelum menjadi ronin, pernah menjadi jurnalis pada beberapa penerbitan di lingkungan Kompas Gramedia.
—Antyo Rentjoko
Cara Media dan Kita Menempatkan Manohara dan Prita

“Media berlebihan. Istri dan anak-anak perempuanku lebih peduli Manohara daripada Prita,” keluh seorang kawan.

Teman yang lain menggerundel, “Waktu ada berita TKW dianiaya bahkan dibunuh, orang-orang yang suka nonton TV itu kurang peduli, jarang membahas di obrolan kantor,” keluh seorang kawan.

Seorang pria yang ikut menggalang dukungan terhadap Prita Mulyasari menggerundel, “Di luar internet sulit menggalang dukungan dari kaum perempuan. Padahal mestinya untuk isu ginian, yang korbannya seorang ibu, para perempuan lebih peduli. Kasus Prita bisa mengenai mereka juga.”

Akhir pekan lalu seorang kawan kirim SMS, “Sial! Kasus prita ditiban trs sm manohara. Org2 jd krg peduli!” Baca artikel selengkapnya »

Oleh Antyo Rentjoko - 4 Juni 2009 - Dibaca 1134 Kali - 33 Tanggapan.
Tags: , , , , , , , , ,
Diposting pada kategori Media, Sosial
Wartawan Ngeblog: Maslahat atau Mudarat? Bagi Siapa?

“Ada nggak sih undang-undang atau peraturan untuk wartawan yang ngeblog?” tanya seorang ibu tadi siang. Dia seorang blogger dan pelaku komunikasi pemasaran.

Lantas dia contohkan sejumlah hal. Misalnya saja, tulisan seorang reporter yang dimuat korannya itu “positif” (secara implisit merekomendasikan sebuah produk), tetapi yang dimuat blognya “negatif” (secara eksplisit menonjolkan kekurangan produk). Baca artikel selengkapnya »

Oleh Antyo Rentjoko - 8 April 2009 - Dibaca 355 Kali - 3 Tanggapan.
Tags: , , , , , , ,
Diposting pada kategori Media
Mari Menghindar dari Internet

Ehm, judul dan sekaligus pertanyaan yang aneh. Jawabannya juga berupa tanya balik: apakah mungkin?

Boleh saja kita tidak menggunakan internet dan tak peduli dengan itu. Lalu cobalah minta tolong Pak RT atau Bu Minah penjual nasi uduk untuk mencari nama kita di Google.

Jika nama kita ada dalam hasil pencarian, maka bolehlah Bang Ojek dekat portal akan berseru, “Selamat datang di rimba internet!” Baca artikel selengkapnya »

Oleh Antyo Rentjoko - 13 Desember 2008 - Dibaca 632 Kali - 2 Tanggapan.
Tags: , , , , , , ,
Diposting pada kategori Media
Setelah Alamat Siswa Kemudian KK, KTP dan Surat Nikah?

Percuma saya menjelaskan kepada anak-anak saya yang masih di bawah umur agar hati-hati dalam mengungkap identitas di internet. Misalnya alamat rumah. Kenapa? Lihatlah yang dilakukan oleh Depdiknas. Sungguh amat sangat mendidik nian: mengumumkan identitas 36 juta siswa, termasuk tanggal lahir dan alamat rumah. Seluruh data siswa Indonesia, sejak SD sampai SMA (sampai siang ini 36.782.605 anak) bisa diunduh sebagai berkas Excel.

Unsur “dik” dalam akronim “depdiknas” adalah “pendidikan”. Pastilah dalam lembaga itu isinya para ahli pendidikan sehingga tahu apa artinya konten yang mendidik. Termasuk dalam konten yang mendidik itu adalah privasi dan keamanan si empunya nama. Maka melalui sajian info itu saya menjadi warga yang sedang belajar memahami pendidikan. Tepatnya pendidikan versi diknas yang supercerdas.

Saya mendapatkan kabar ini dari Budi Putra. Dia sudah meneropong masalahnya di blognya dengan tajam: “Stupidity in the New Media Era“. Blogger lain, misalnya Treespotter, menulis “This is very serious and one wonders why the Ministry done it in the first place.” Adapun Fajar Jasmin menyatakannya dengan tajuk “This Could be Stopped“.

Sudah jelas kan pesan mereka? Saya tak perlu mengulanginya. Saya hanya khawatir data itu akan ditambah dengan nomor telepon semua anggota keluarga, gambar KK dan KTP orangtua, nomor rekening bank, NPWP, surat nikah, dan informasi lain yang menurut negara harus dipublikasikan.

Saya berlebihan? Maafkan kenaifan saya. Maklumlah saya bukan ahli pendidikan apalagi ahli internet.

Oleh Antyo Rentjoko - 11 Oktober 2008 - Dibaca 2980 Kali - 3 Tanggapan.
Tags: , , , ,
Diposting pada kategori Media
Semua Menjadi Pewarta, Lantas Mana yang Bisa Dipercaya?

Heboh pekan lalu tentang “serangan jantung yang dialami Steve Jobs” itu sudah reda. Harga saham Apple Inc. sempat turun 5,4% karena lontaran kabar di iReport.com, situs “jurnalisme warga” (yang berslogankan “Unedited. Unfiltered. News”) milik CNN itu.

Kalau kabar bohong itu munculnya di blog utama saya tentu tak akan dipercaya, bahkan misalnya saat itu saya sedang berada di Cupertino, kota Apple di California, sekalipun. Cuma gombalan mirip igauan kenapa dihiraukan? Akan tetapi ini menyangkut nama besar media: CNN. Baca artikel selengkapnya »

Oleh Antyo Rentjoko - 6 Oktober 2008 - Dibaca 406 Kali - 8 Tanggapan.
Tags: , , , , , , , ,
Diposting pada kategori Media
  • the Outliers..(ndilalah) the opinion makers.. Menarik sekali mengikuti perjalanan sosialisasi bank syariah ke berbagai kalangan masyarakat, dan mengamati respon yang ...
    oleh Janu Dewandaru - Juli 4, 2009 : 8:05 am
  • Menuju Perbankan Syariah Yang Berdasarkan Sistem Bagi Hasil Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. ...
    oleh Andi wardiman - Juli 3, 2009 : 3:56 pm
  • Artikel lomba harus ditayangkan di blog pribadi/situs pertemanan peserta. Baca Ketentuan Lomba lainnya